Dulu, saat usia masih belasan tahun, mereka pernah saling mengenal. Tidak terlalu dekat, tetapi cukup untuk saling menyimpan nama di ingatan. Mereka sesekali berbincang, bertukar cerita, lalu entah bagaimana waktu mengambil alih semuanya. Kontak terputus begitu saja. Tidak ada perpisahan, tidak ada pertengkaran, hanya dua orang yang berjalan ke arah hidup masing-masing hingga kehilangan jejak satu sama lain.
Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat menghadiri pernikahan sahabatnya, seorang pria tak sengaja melihat sosok yang terasa begitu familiar di antara para tamu. Wanita itu berdiri di samping mempelai wanita. Ternyata benar, wanita itu adalah sahabat sang pengantin.
Sampai sebuah urusan yang tak terduga membuat mereka harus saling menghubungi. Awalnya hanya percakapan singkat karena sebuah kepentingan. Namun pesan demi pesan terus berlanjut menjadi obrolan ringan tentang pekerjaan, kesibukan, hobi, hingga cerita-cerita kecil yang mengisi hari. Tanpa sadar, mereka mulai menunggu balasan satu sama lain. Hingga suatu hari mereka memutuskan untuk bertemu. Tak ada yang menyangka, pertemuan yang awalnya hanya untuk mengobrol akan menjadi awal dari banyak pertemuan berikutnya. Semakin mengenal, semakin mereka yakin bahwa waktu yang pernah memisahkan ternyata sedang mempersiapkan mereka untuk bertemu di waktu yang tepat.
Sampai akhirnya, tanpa keraguan, mereka memutuskan berjalan ke arah yang sama. Bukan lagi sekadar bertemu di sebuah kedai kopi. Melainkan berdiri berdampingan di pelaminan, mengucapkan janji untuk bersama selamanya. Dan ketika seseorang bertanya sejak kapan kisah itu dimulai, mereka selalu tersenyum mengingat satu momen sederhana.