Q
S
Sebelum hari ini tiba, Allah telah menulis kisah kami dengan cara yang begitu indah.
Berawal pada September 2022, di bangku kuliah dan dalam kelas yang sama. Sebuah pesan sederhana di media sosial menjadi awal perkenalan kami, meski pesan tersebut baru terjawab oleh Qorry beberapa bulan kemudian. Sejak itu, komunikasi terjalin perlahan, bermula dari urusan kampus hingga akhirnya membawa kami pada pertemuan pertama di penghujung tahun 2023.
Perjalanan kami tidak selalu berjalan lurus. Pada Januari 2024, kami sempat memilih untuk berhenti melangkah karena berbagai pertimbangan. Namun, takdir memiliki cara yang tak pernah kami duga. Di tengah waktu yang memisahkan, Allah kembali mempertemukan kami di Muara Tebo pada Mei 2024. Saat itu kami tidak bertemu secara langsung, hanya saja komunikasi yang dulu sempat terhenti berlanjut di bulan itu. Kebetulan pada saat itu abang mendapatkan penempatan di Muara Tebo, dan saat itu juga Qorry melakukan penelitian tesis di Muara Tebo. Sejak itulah komunikasi kembali tumbuh melalui sapaan sederhana via Instagram, hingga pada momen Idul Adha tahun itu kami mulai melangkah dengan niat yang lebih serius.
Hari itu, abang beserta keluarga besar silaturahmi ke rumah pada momen Hari Raya Idul Fitri.
Dengan keyakinan, doa, dan restu keluarga, setiap langkah terasa dimudahkan. Hingga akhirnya, pada 26 Maret 2026, sebuah lamaran menjadi penanda kesungguhan perjalanan ini.
Kini, dengan penuh rasa syukur, kami akan mengikat janji suci pada 5 Juli 2026. Sebuah pelabuhan yang kami yakini bukanlah akhir dari kisah, melainkan awal perjalanan baru yang akan kami tempuh bersama, dalam cinta dan ridha-Nya.