Semua berawal dari niat Kak Rengga untuk membuka lembaran baru setelah sempat mendapatkan cinta yang salah. Untungnya, ada seorang teman baik menjadi “mak comblang” dan memperkenalkannya dengan seorang perempuan yang ternyata sama-sama berasal dari Lombok.
“Assalamu’alaikum Kak, saya temannya Tittt…” Tidak ada yang istimewa saat itu. Tapi ternyata, dari satu pesan sederhana itulah lahir ribuan pesan lainnya, banyak pertemuan, dan akhirnya satu keputusan besar untuk bersama.
Kurang lebih dua tahun kami menjalani kisah sebagai sesama perantau Lombok di Jakarta. Dari berburu kuliner, menikmati waktu bersama, menghadapi berbagai tantangan, sampai saling menguatkan dalam suka maupun duka.