Tak ada yang menyangka, sebuah komentar Story WhatsApp teman menjadi awal dari kisah kami. Berawal dari saling follow Instagram, percakapan sederhana perlahan berubah menjadi rasa nyaman, rindu, dan keinginan untuk terus bersama. Siapa sangka, dari sekadar membalas story, justru tumbuh cerita yang membawa kami sejauh ini. Ternyata, cara semesta mempertemukan jodoh memang sederhana, kadang cukup melalui notifikasi.
Jarak dan waktu menjadi bagian dari perjalanan kami. Ada rindu yang harus ditahan, doa yang terus dipanjatkan, dan penantian yang mengajarkan kami arti kesabaran. Hingga akhirnya, dengan penuh syukur, kami melangkah dalam ikatan lamaran. Setelah perjalanan panjang, kami semakin yakin bahwa tujuan kami bukan sekadar bersama, melainkan membangun masa depan dalam satu doa dan keyakinan yang sama.
“Kami percaya, bukan karena bertemu lalu berjodoh, melainkan karena berjodohlah kami dipertemukan.” InsyaAllah, pada 20 Desember 2026, kami akan mengikat janji suci pernikahan. Bukan sebagai akhir kisah cinta, melainkan awal perjalanan seumur hidup untuk saling mencintai, menguatkan, dan bertumbuh bersama dalam ridha Allah SWT.