Jika perjalanan ini harus diceritakan dari awal, mungkin tak akan selesai dalam sekali ucap. Sebab bagi kami, cinta bukan sekadar tentang pertemuan, *melainkan tentang memilih tetap tinggal saat banyak alasan untuk pergi.*
Kami bertahan bukan karena semuanya mudah, melainkan karena *doa yang tak putus, hati yang tetap memilih,* dan keyakinan bahwa setiap luka akan bermuara pada restu. Hingga akhirnya, *dua keluarga dipersatukan dalam harap yang sama.*
Kami meyakini bahwa *takdir terbaik selalu menemukan jalannya.* Kini, dengan penuh syukur, kami menantikan hari sakral ketika *dua jiwa dipersatukan dalam satu ikatan suci.*