A
Z
“Semarang, 2024. Di antara aroma kopi yang menguar dan bising kota yang tak pernah tidur, kita pernah menjadi dua orang asing yang berbagi meja. Namun, waktu adalah guru yang paling rahasia. Ia memisahkan kita melalui tumpukan tugas kuliah dan lelahnya pekerjaan, seolah menuliskan titik di saat kita bahkan belum memulai kalimat pertama.
Tapi bukankah takdir selalu punya cara yang lucu? Lewat sebuah notifikasi kecil di layar ponsel, semesta seolah mengetuk pintu hati yang hampir terkunci. Satu tahun berlalu, dan di tahun 2025, kita dipaksa belajar tentang rindu yang dibatasi luasnya samudera. Berbeda pulau, berbeda udara, namun di bawah langit yang sama.