Tidak semua awal perlu diceritakan panjang, Karena yang bertahan akan selalu menemukan jalannya. Bukan karena semuanya sempurna, melainkan karna kami terus belajar untuk tumbuh bersama.
Kalau diingat-ingat, lucu juga ya. Awal ketemu pas rapat KKN. Waktu itu kita cuma dua orang asing yang nggak saling kenal. Selama KKN? Jangankan dekat, ngobrol aja hampir nggak pernah. Paling cuma tahu nama, itu pun seperlunya.
Pas KKN selesai, kita balik ke rumah masing-masing. Kirain ya udah… cuma jadi orang asing yang pernah lewat di cerita satu sama lain.
Eh, ternyata Allah se-plot twist itu. Justru setelah semuanya selesai, cerita kami baru dimulai. Berawal dari satu chat sederhana, obrolan yang awalnya biasa aja pelan-pelan jadi tempat pulang. Nggak ada tanggal jadian, nggak ada anniversary yang dirayain.
Semuanya mengalir dengan caranya sendiri, sampai akhirnya kita sama-sama yakin kalau perjalanan ini layak dibawa ke tujuan yang lebih serius.
Setelah melewati banyak cerita, tawa, dan proses yang nggak selalu mudah, kami sadar kalau rumah bukan tentang tempat, tapi tentang siapa yang selalu memilih untuk tetap tinggal. Dengan restu kedua keluarga dan atas izin Allah SWT, kami memutuskan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius. Hari itu bukan sekadar lamaran, tapi tentang dua keluarga yang dipertemukan, dua hati yang dikuatkan, dan satu doa yang sama: semoga langkah ini menjadi awal dari ibadah seumur hidup.
Dan akhirnya… Perjalanan yang dimulai dari dua orang asing kini membawa kami ke hari yang selama ini hanya kami selipkan dalam doa. Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, kami memilih untuk mengikat janji suci dalam pernikahan.