Semua berawal dari sebuah pesan sederhana di DM. Dia selalu menyapa dengan kalimat yang sama, “Halo, masa depan.”
Saat itu, aku hanya membaca… lalu mengabaikannya. Berkali-kali dia datang, dan berkali-kali pula aku diam. Waktu berlalu cukup lama, hingga akhirnya… aku membalas. Dari sana, kami mulai bertukar cerita, bertukar nomor WhatsApp, meski sempat terputus karena waktu dan keadaan.
Kami dipertemukan lagi—dengan cara yang tak terduga. Lewat TikTok, kami kembali saling menemukan. Mengulang awal, berkenalan lagi, bercerita lagi…
Sampai akhirnya, dia datang. Bukan hanya lewat pesan, tapi benar-benar hadir di hadapanku.
Dia menyatakan perasaannya. Namun saat itu… aku belum bisa menerima. Bukan karena dia kurang, tapi karena hatiku belum siap.
Setahun berlalu, perlahan semuanya berubah. Perasaan itu tumbuh… tanpa aku sadari. Dan akhirnya, aku memilih untuk menerima.
Tak lama setelah itu, dengan keseriusan yang tak pernah berubah, dia datang bersama keluarganya pada 29 April 2024, membuktikan niatnya. Hingga kami melangsungkan lamaran pada 27 Desember 2024. Dan kini, kami memilih untuk melangkah lebih jauh, meresmikan perjalanan ini dalam ikatan suci pada 9 April 2026.
