N
I
Tahun pertama kami bertemu. Tidak butuh banyak waktu untuk saling mengenal dan tertarik satu sama lain. Tahun yang penuh dengan kejutan, hal-hal baik, tawa, suka cita serta momen-momen hangat nan menyenangkan.
Tahun kedua. Sekitar bulan Juli di bulan lahir saya, saya menerima hadiah paling berharga dalam hidup saya. Bukan berupa sekeranjang bunga, ajakan makan malam mewah, atau suatu barang yang benar-benar saya inginkan, tetapi sebuah pertanyaan sederhana, “Kamu mau menikah denganku?”.