Di akhir bulan Juni, kami di pertemukan tanpa rencana . Hanya pertemuan singkat, tanpa sapaan. Lalu di pertemukan lagi di akhir bulan Agustus Bukan pertemuan yang penuh drama Tapi cukup untuk menumbuhkan rasa cinta yang perlahan berubah jadi doa.
Seiring waktu, pertemuan itu berkembang menjadi kisah yang kami rawat perlahan. Kami menjalin hubungan yang di penuhi proses belajar dan bertumbuh tentang kepercayaan, pengertian, dan bagaimana saling menjaga. Bukan perjalanan yang selalu mudah, tapi selalu kami perjuangkan dengan keyakinan bahwa hati yang ditujukan untuk menetap akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan.
Setelah 3 bulan saling mengenal, ia datang membawa niat tulus bersama restu kedua orangtuanya. Hari itu menjadi saksi bisu, ketika dua hati menyatukan harapan dalam ridho keluarga dan bimbingan-Nya
