Kami percaya tidak ada pertemuan yang kebetulan. Tuhan mempertemukan dua hati pada waktu tepat, melalui sapaan yang sederhana namun bermakna. Dari sekedar saling mengenal, tumbuh rasa yang tak mampu di jelaskan. Mungkin sejak awal takdir sedang bekerja dengan caranya sendiri.
Tidak ada kata pacaran di antara kami, namun mencintai seseorang tanpa bertemu setiap harinya adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Sejak itu, kami tahu bahwa kebersamaan ini layak di perjuangkan.
Jarak membuat kami belajar tentang sabar, saling percaya dan saling menjaga meski tidak selalu bersama. Hingga akhirnya kami memutuskan melangkah bersama dalam ikatan pernikahan.