R
C
Kami bertemu di sebuah tempat yang mungkin tidak pernah kami bayangkan akan mempertemukan kami, sosial media. Saat itu, kami sedang berada di fase kehidupan yang tidak mudah. Sama-sama baru saja mengakhiri hubungan yang kekanak-kanakan, sama-sama berusaha berdamai dengan banyak hal, dan sama-sama berada dalam sebuah quarter life crisis. Bahkan, di titik itu, kami sama-sama pernah berpikir bahwa mungkin akan lebih baik untuk tidak lagi membuka hati kepada siapa pun. Namun, di tengah keinginan untuk menutup hati, hidup justru memiliki cara sendiri untuk mempertemukan dua orang pada waktu yang tepat.
Berawal dari percakapan-percakapan sederhana, kami perlahan mulai mengenal satu sama lain. Tanpa terasa, kehadiran yang awalnya biasa saja, perlahan berubah menjadi sesuatu yang dinantikan. Seiring kedekatan itu tumbuh, kami sama-sama memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh, menuju sebuah hubungan yang lebih serius. Dari sanalah perjalanan kami sebagai pasangan benar-benar dimulai. Tentu, perjalanan kami tidak selalu mudah. Setelah memutuskan untuk berjalan bersama, kami dihadapkan pada berbagai hal yang tidak sederhana. Gejolak dari keluarga, lingkungan, bahkan pergumulan di antara kami berdua. Ada masa ketika semuanya terasa begitu berat, hingga kami sama-sama pernah bertanya apakah hubungan ini masih layak untuk diperjuangkan. Namun, justru di tengah keraguan itulah kami menemukan alasan untuk tetap bertahan. Setiap kali keadaan terasa sulit, kami selalu kembali pada satu hal yang membuat kami mampu memilih satu sama lain :
Rony menerima Cory dengan segala yang ada dalam dirinya, dan Cory pun belajar menerima Rony dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dari sana, kami mulai memahami bahwa cinta bukan tentang menemukan seseorang tanpa kekurangan, melainkan tentang menemukan seseorang yang tetap ingin tinggal setelah melihat sisi-sisi yang tidak sempurna.
Pemahaman itu kemudian membawa kami pada sebuah keputusan yang lebih besar. Setelah melewati begitu banyak hal, kami tidak lagi ingin sekadar berjalan bersama, tetapi ingin membawa hubungan ini pulang ke dalam sebuah keluarga yang selama ini sama-sama kami impikan.
Hari ini, kami tidak berdiri di sini karena perjalanan kami selalu sempurna. Kami berdiri di sini karena, di setiap perjalanan yang tidak sempurna itu, kami tetap memilih untuk saling menerima, saling menggenggam, dan terus berjalan bersama.