S
T
Semesta mempertemukan kami di tahun 2017, melalui sebuah pertemanan sederhana. Kami berasal dari sekolah yang berbeda dan awalnya hanyalah dua orang yang belum saling mengenal. Sebuah perjalanan bersama teman-teman menjadi awal dari cerita kami. Dari obrolan-obrolan sederhana, tumbuh rasa nyaman yang tak pernah kami rencanakan.
Malam itu, sebuah pesan darinya menjadi awal dari banyak percakapan berikutnya. Hingga pada 9 Februari 2017, Tiyo menyampaikan perasaannya lebih dulu. Dari hari itu, kami memulai sebuah perjalanan sebagai sepasang kekasih. Namun, perjalanan kami tidak selalu berjalan sesuai harapan. Setelah setahun bersama, kami memilih untuk berpisah dan kehilangan komunikasi selama kurang lebih dua tahun. Mungkin saat itu kami mengira kisah ini telah selesai. Ternyata, Tuhan memiliki rencana yang jauh lebih indah.
Setelah saya melewati masa sakit yang cukup berat, Tiyo kembali hadir. Bukan sekadar datang untuk menyapa, tetapi memilih untuk menemani. Dari masa sulit itu, perlahan kami kembali menemukan rasa yang pernah hilang. Kami belajar bahwa terkadang seseorang yang memang ditakdirkan untuk kita bisa pergi sejauh apa pun, namun pada akhirnya akan kembali melalui jalan yang telah Tuhan siapkan.
Saat ini kami menjalani hubungan jarak jauh. Ada hari-hari ketika jarak membuat ragu dan lelah. Namun di tengah segala keraguan, selalu ada keyakinan yang ia tanamkan: untuk tetap berjalan, tetap percaya, dan tetap memegang niat yang sejak awal kami miliki—menikah dan membangun kehidupan bersama. Jarak ternyata bukan tentang seberapa jauh kami terpisah, tetapi tentang seberapa kuat kami memilih untuk tetap bersama. Pada 1 Agustus 2026, Tiyo datang bersama orang tua dan adiknya untuk bertemu dengan kedua orang tua ku dan menyampaikan niat baiknya. Niat yang selama ini kami jaga akhirnya disampaikan dengan kesungguhan. Alhamdulillah, kedua keluarga menyambutnya dengan baik. Bahkan, dari pertemuan itu lahir keputusan untuk mempercepat langkah kami menuju pernikahan.
Setelah perjalanan yang panjang, setelah pernah bersama, berpisah, lalu dipertemukan kembali, akhirnya kami sampai pada satu keputusan: bukan lagi sekadar berjalan bersama, tetapi berjalan menuju rumah yang sama. Kami percaya, tidak ada pertemuan yang benar-benar kebetulan.
Jika Tuhan mengizinkan dua hati untuk saling menemukan kembali setelah begitu banyak waktu dan jarak, mungkin memang sejak awal kisah ini sedang diarahkan menuju satu tujuan. Dengan penuh rasa syukur dan memohon ridha-Nya, kami akan melangkah menuju hari pernikahan kami.
Shela Anggraini & Tiyo Romanda
12 September 2026