T
M
Barangkali semesta memang punya caranya sendiri untuk mempertemukan dua hati. Dari perkenalan sederhana, percakapan yang awalnya biasa saja, hingga rasa yang tumbuh diam-diam di sela waktu. Semuanya datang tanpa aba-aba. Lalu sejak itu, kami tahu bahwa ada sesuatu yang ingin dijaga. Meski tak selalu berada di Kota yang sama, ada hati yang perlahan merasa pulang. Bahkan dari jarak yang begitu jauh.
Menjalani kisah ini bukan tentang seberapa sering kami bertemu. Tetapi, tentang seberapa kuat kami saling menjaga saat dunia menempatkan kami di tempat yang berbeda. Ada rindu yang harus ditahan lebih lama, ada peluk yang hanya bisa disampaikan lewat doa dan ada malam malam yang di penuhi harapan agar waktu segera mempertemukan. Namun justru dari sana, kami belajar bahwa cinta tak selalu hadir dalam genggaman — kadang ia hidup dalam sabar, tumbuh dalam percaya, menetap dalam doa-doa yang tak pernah putus.
Kami mengerti, mencintai dari jauh bukan perkara sederhana. Ada lelah yang tak selalu bisa dijelaskan, ada sunyi yang kadang datang tanpa permisi, dan ada banyak hal yang membuat hati harus belajar lebih kuat dari biasanya. Tetapi cinta ini selalu menemukan alasan untuk tetap tinggal, sebab bagi kami, bertahan bukan tentang menunggu tanpa arah — melainkan tentang menjaga keyakinan bahwa dua hati yang selalu memilih akan selalu menemukan jalannya untuk kembali.